Dandankan Aku"
Tocang,
Tocang kiri,
Tocang kanan,
Tocang dua,
Tocang Satu,
Tocang atas,
Tocang bawah
Hari –hari tocang,
Rambut panjang boleh la tocang,
Rambut pendek jawabnya terburailah tocang,
Perempuan india bertocang,
Perempuan cina jarang-jarang bertocang,
Perempuan melayu islam bertudung tak Nampak tocang,
Ibu kata kemas bertocang,
Dia rimas, lalu dia tocang,
Aku memang suka bertocang,
Masa kecik selalu bertocang,
Dah besar dah jarang bertocang,
Kawan-kawan aku tak pandai buat tocang,
Aku penah suruh diorang buatkan tocang,
Kata diorang, takut tak kemas bila diorang buatkan tocang,
Aku sengaja biar rambutku panjang supaya ibu boleh buat tocang
Ini je cara aku nak manja dengan ibu
Semakin hari aku semakin sibuk,
bertocang ibarat ikatan kami,
Semakin panjang rambut aku semakin panjang masa kami
Tapi 'skill' ibu semakin hari semakin mahir
walaupun panjang ibu dapat buat dengan ligat.
Terkumpulnya semua helayan rambut menjadi satu
Begitulah aku dengan ibu.
Aku rindu saat ini,
Ibu!, aku rindukan waktu dulu,
Waktu bersama kau,
Maafkan aku,ibu,
Biarkan seorang tidak berteman
Sebab aku,..
Adalah anak perempuan ibu yang Satu.
p/s“ nanti lepas ibu tocangkan mas, mas urutkan ibu ye” acehhh

No comments:
Post a Comment